Be Ume’: Tradisi Dan Adat Tae dalam Berladang
Buku “Be Ume’ Be Taut’n Dayak Tae” berisi berbagai cara masyarakat Dayak dalam mengelola hutan berbasis kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan pokok. Dalam pengelolaan hutan dan lahan orang Dayak tidak terlepas dari adat dan tradisi yang secara turun temurun dilakukan oleh nenek moyang.
Belajar Bahasa Ibu Dayak Desa – Seberuang
Buku ini merupakan upaya penting untuk menjaga, menghidupkan, dan menghormati Bahasa lbu Dayak Seberuang dan Dayak Desa sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang tak ternilai. Bahasa ibu bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan tradisi, nilai, dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bahasa ini tidak hanya mencerminkan masa lalu, tetapi juga merupakan cerminan jati diri kita di masa kini, serta harapan untuk masa depan yang lebih kaya akan keragaman budaya. Dalam konteks global, menjaga bahasa ibu adalah upaya melestarikan warisan budaya yang unik dan berharga. Dengan memahami dan menggunakan bahasa ibu, kita dapat lebih menghargai latar budaya kita dan menguatkan identitas diri.
Berobat Kampung: Corak Psikologi Islam di Ulu Sungai Kapuas
Buku ini menarasikan tentang penggunaan ayat al-Quran, zikir serta simbol agama sebagai yang paling menonjol dalam berobat kampung. Fakta paling menarik adalah penggunaan mantra simbiotik. Masyarakat ulu sungai Kapuas memaknai dan me –legacy-kan berobat kampung terjadi dalam alur: dimulai dari semacam “perjanjian,” pembacaan doa di saat menurunkan ilmu, pemantapan ilmu, ujian membentuk ilmu dan pengeras ilmu. Pelegacy-an ilmu berobat kampung terjadi secara tertutup, prosesnya sulit dan berahasia. Terawetkannya berobat kampung karena alasan: berbiaya murah, jauh dari sarana kesehatan modern, singkatnya waktu antara resiko kematian dengan resource kesehatan, dukun selalu ready, penanganannya cepat dan digaransi sembuh.
Bincang Tasawuf
Kehadiran buku yang berawal dari peminatan akademik dengan tulisan tangan dan tradisi bertutur dari para tetua. Penulis himpun serak dan serpihan emas jiwa dari mereka. Bertemulah perpaduan dalam perjalanan ibarat Musa dengan Khidir. Bukan bincang biasa, satu dasawarsa (sepuluh tahun) berlalu, bukan waktu yang singkat, 2016. Sebuah pencarian guna menemukan yang dicari. Padahal yang dicari tidak jauh dan tidak dekat, namun hadir. Buku ini menjelaskan ketercapaian-Nya dengan menempuh jalan sunyi, pelepasan ego dan suluk lainnya. Pertemuan tersebut berlokus di hati yaitu pertemuan dua laut. Surah Al-Kahfi ikut menjadi inspirasi literasi, selain ayat yang menggugah nalar dan membuncah rasa.
Budidaya Tengkawang: Melestarikan Warisan Leluhur Tae
Buku ini berbicara tentang Desa Tae dengan salah satu kekayaan alamnya berupa Pohon Tengkawang. Penulis berusaha menguraikan tentang berbagai hal tentang Tengkawang, mulai dari pohon, bunga, buah, hingga getah/damarnya. Semua tentang Tengkawang yang penulis ketahui, coba penulis uraikan dalam buku ini.
Bukan Tubuhmu yang Sakit, Melainkan Pikiranmu
Buku ini tidak lahir dari ruang laboratorium yang steril, putih, dan sunyi. Ia tumbuh dari ruang perjumpaan antarmanusia, ruang intersubjektif, di mana saya, sebagai terapis dan saksi, melihat bagaimana pergulatan psikologis meninggalkan jejak yang tak kalah nyata dibanding proses biologis. Bidang psikoneuroimunologi telah menunjukkan bahwa tubuh bukan sekadar mesin, tetapi instrumen halus yang merespons ingatan emosional, pengalaman hidup, serta pikiran yang belum sempat terucap. Dalam banyak kasus autoimun, gejala bukan sekadar peristiwa fisiologis, melainkan narasi tubuh sebuah bahasa ketika kata-kata tak lagi mampu menanggung beban batin.
Buku Ajar Pembelajaran Motorik
Buku ajar pembelajaran motoric ini disusun berdasarkan kajian literatur yang secara global digunakan baik dari literatur perkembangan motoric maupun pembelajaran motoric. Selain itu juga, penulisan buku ajar ini menggunakan referensi berbasis riset sehingga pemaparan materi yang disampaikan sudah terbukti secara empiris dan update. Pada buku ajar ini juga dipaparkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa terkait dengan proses pelaksanaan penelitian dalam lingkup pembelajaran motoric. Pendekatan-pendekatan yang digunakan ini, menjadikan buku ajar ini tidak hanya memberikan penjelasan secara konseptual melainkan juga secara actual sehingga mahasiswa tidak hanya paham secara konsep tapi juga mampu mengaplikasikan teori yang telah dipelajari.
Buku Ajar: Asuhan Keperawatan pada Tuberculosis
Penulisan buku ajar ini dilakukan atas dasar hasil pemikiran dan penelitian yang telah dilakukan, serta dikutip beberapa literature. Buku ini ditulis untuk digunakan sebagai media pembelajaran mahasiswa strata 1 semester 3 yang mulai mempelajari tentang keperawatan medikal bedah pada mata kuliah keperawatan dewasa system respirasi, kardiovaskuler dan hematologi. Diharapkan melalui buku ajar ini mahasiswa dapat menjadikan referensi belajar dan mengikuti perkuliahan dengan baik terutama pada sistem respirasi untuk penyakit Tuberculosis.
Buku Ajar: Taman Pengasuhan Anak (TPA)
Buku “Buku Ajar Taman Pengasuhan Anak (TPA)” disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep, pelaksanaan, dan pengelolaan layanan pengasuhan anak usia dini yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak. Buku ini dirancang sebagai sumber belajar bagi mahasiswa, pendidik, pengelola lembaga, serta masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan dan perkembangan anak sejak usia 0 sampai dengan 6 tahun.
Cahaya Segedong:Peniti Intan yang Tersembunyi di Tanah Kelahiran Para Wali
Kehadiran buku ini adalah alamat perjalanan spiritual rombongan yang dipilih guru untuk menemukan cahaya. Cahaya yang dilalui mengilhami tulisan buku ini, meski tidak memuat keseluruhan. Namun keseluruhan itulah esa, dan esa inilah keseluruhan. Pabila ditemukan gerangan ada kesalahan tulis atau di luar nalar, bukanlah suatu kesengajaan. Padahal kesengajaan sudah lebih dahulu sengaja sewaktu ilmu keputusan ditetapkan. Sebagai kelanjutan dari dua buku sebelumnya, Cahaya Segedong bukan untuk menakar intuisi spiritual, tetapi bersemangat untuk berbagi saat buku ini di lounching di tanah kelahiran para wali/waliyah.
Cerita Alam dalam Anyaman Dayak Desa – Seberuang
Buku ini berkembang dari keinginan untuk menggambarkan tentang keterampilan menganyam bagi Kelompok masyarakat Dayak Desa dan Dayak Seberuang di Kawasan Tempunak, Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Ternyata, anyaman menduduki eksistensi penting dalam kehidupan masyarakat Dayak. Di masa lampau anyaman dikembangkan sebagai teknologi tradisional dalam bidang pertanian, penangkapan ikan, serta menjadi alternatif pemenuhan perlengkapan rumah tangga. Kemudian, anyaman bukan hanya kerajinan, namun sebuah karya yang memiliki makna dan simbol-simbol yang dipahami dan dipelajari oleh masyarakat Dayak dari alam semesta yang melingkunginya.
Cerita Rakyat Dayak Tae
Buku ini berisi berbagai macam cerita rakyat yang terdapat di Desa Tae. Dahulu, cerita rakyat disampaikan oleh orang tua hanya dari mulut ke mulut. Tapi sekarang, cerita rakyat Dayak Tae dapat dinikmati dengan membaca buku ini. Adanya buku cerita rakyat ini, penulis berharap akan memudahkan masyarakat Dayak Tae untuk mengetahui cerita rakyat yang belum ia ketahui sebelumnya.