Islamic Terrorism (The Ambiguity between Accusation and Justification)
Buku ini menarasikan tentang penggunaan ayat al-Quran, zikir serta simbol agama sebagai yang paling menonjol dalam berobat kampung. Fakta paling menarik adalah penggunaan mantra simbiotik. Masyarakat ulu sungai Kapuas memaknai dan me –legacy-kan berobat kampung terjadi dalam alur: dimulai dari semacam “perjanjian,” pembacaan doa di saat menurunkan ilmu, pemantapan ilmu, ujian membentuk ilmu dan pengeras ilmu. Pelegacy-an ilmu berobat kampung terjadi secara tertutup, prosesnya sulit dan berahasia. Terawetkannya berobat kampung karena alasan: berbiaya murah, jauh dari sarana kesehatan modern, singkatnya waktu antara resiko kematian dengan resource kesehatan, dukun selalu ready, penanganannya cepat dan digaransi sembuh.
“One man’s terrorist is another man’s freedom-fighter.” Pameo ini mendeskripsikan ambiguitas terma “terorisme.” Terma ini menjadi legal justification bagi “status quo” untuk memburu dan menghempaskan kelompok yang dipandang melakukan dan menginspirasi tindak insubordinasi dan instabilitas sosial politik. Terorisme terkategorikan sebagai Kejahatan Luar Biasa. Karenanya, ungkapan “Alhamdulillah…. Kami berhasil!” yang dinyatakan oleh seorang mantan petinggi GAM (Gerakan Aceh Merdeka) ketika menceritakan dinamika historis diplomasi politik GAM agar tidak masuk dalam daftar terorisme Perserikatan Bangsa-bangsa dapat dipahami.
Menariknya, kajian terhadap terma “hira>bah” yang menjadi padanan kata “terorisme” menunjukkan penyikapan yang berbeda. The political ruling elites di era Islam klasik cenderung mengimplementasikannya dalam ranah Criminal Laws . Kejahatan Biasa.
| Penulis |
Ridwan Rosdiawan |
|---|---|
| Brand |
Ridwan |
| Material |
Cover Artpapaer |
| Size |
16 x 24 cm |
| Halaman |
x + 1270 halaman |
| ISBN |
978-602-0868-65-3 |
MAECENAS IACULIS
Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.
ADIPISCING CONVALLIS BULUM
- Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
- Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
- Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.
Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.
